Selasa, 01 September 2015

APAKAH DIA DEWI YANG ADA DIPEMBARINGANKU KELAK....



Malam pertama pergantian bulan menuju september, meski Gun And Roses berkisah tentang November
Rain tapi tak ada tanda-tanda dimalam itu, tak ada sedikitpun ...... tidak.
Yang ada langkah tak jelas ini justru menuju pada sebuah rumah yang dikelilingi kayu-kayu kecil yang memiliki harapan untuk terus menghiasi kulit-kulit bumi, dan disana sanalah aku tau ada insan yang sudah mengguritakan hati dan membutakan mata akan sebuah arti rasa.
Kungkungan cahaya dewi purnama membuat aku lupa jika aku sedang terluka, padahal cahaya purnama saat ini benar-benar merah,... akhhh masa bodoh, aku akan menemui dewi kecilku....
Suasana remang memang biasa disana, tapi malam ini dia luar biasa...
Baju kembang, dengan sedikit berbunga di antara pundaknya terlihat sangat istimewa apalagi mahkota kepala yang terlihat pendek seakan sengaja menyombongkan indah punggung leher terbias cahaya dewi purnama.
“sayang kau sangat sempurna untuk ku cintai,”..
Kalimat itu hanya berani terucap dari balik hati...
Kalimat itu hanya berani kuucap sehari setelah aku melihatnya..
Mungkin malam itu adlah salah satu malam yang paling romantis saat bersamamu meski ada org lain bersama kita, tapi desir hati dalam pergolakan asa tak pernah membohongi .... iya, itulah malam terindah....satu hal sepele tapi sangat berharga bagiku, yaaa disaat kau kupas cemilan kecil berwarna kuning dan kau beri padaku dengan senyum indahmu... indah sekali, seperti keindahan tatapan sang dewi ciptaan sang khalik dilangit sana.
Tapi sayangnya malam itu aku terlalu percaya, padahal malam itu aku ingin menebus sebuah kesalahan yang entah siapa yag melakukannya. Malam itu aku bahagia walau ternyata malam itu aku kembali dibohongi dan disakiti.
aku sudah sudah pasrah akan semua rasa ini... rasa yang mungkin akan kutinggal mati jika kembali terjadi2, meski janji terpatri diatas prasasti tanah yang @
LUKA,LALU TERLUKA DALAM BEBERAPA JAM, LALU DISIRAM DALAM MEMERAPA JAM, LALU KEMBALI DIBUAT DALAM SEBUAH KETAKUTAN

PERMINTAAN INSAN PICISAN




14 jam sebelumnya tangis harapan sirna tersayat harapan palsu...
Harapan palsu yang mengenyampingkan semua kepercayaan...
Harapan yang selalu dimimpikan semua kaum berpasaangan...
Harapan yang yang selalu tergantung tinggi untuk dicapai....
...........................
Bertekuk disebuah tanah kuning, yang semalam berkata tentang sebuah keinginan abadi, berkata dengan senyuman tapi berurai air mata.....
“dia memang begitu, jangan bertengkar lagi”......
Hanya beberapa doa sebisa yang teriring,......... hanya itu...
Terik pancaran mata dewa zeus membuat sebaris janji takkan pernah ada kata tak layak lagi dari lisan dilidah, karna sebuah pengorbanan tulus dilakukan demi sebuah keabadian.....
Yahhhh,,,,, itulah keinginanku.......”
Bahagia mendatangi seseorang yang diharapkan menjadi abadi di bawah purnama membuat dan memaksakan insan ini lupa atas segala kekalutan hati, berharap kedatangan akan membuat mimpi akan segera terbeli.
Purnama indah menjadi saksi betapa kecantikan balutan hawa yang terpandang jelas dibawah nyanyian dewi malam, ..
Cantik insan ini dengan balutan baju kembang, dengan sedikit berbunga diantara pundaknya demi tuhan, demi purnama, aku merasa bisikan bodoh itu selalu ak tepiskan, ingin sebenarnya memelukmu bersama purnama malam, tapi insan ini harus tetap menjaga etika.......
Sebelum dua kelopak mata pemberian ilahi terpejam, sempat diketikkan sebuah cerita2 kebahagian hingga cerita ketakutan kepada hawa meski bisikan terus membaur diantara ketidak niscayaan...
Hawa........
Andai kau tau yang aku rasa, 8 tahun tangispun akan percuma ketika kepercayaan terus dikandaskan,,,,,
8 tahun tangispun akan sia-sia ketika belum beberapa massa semunya benar-benar terulang.
Insan ini menggila, kecepatan kuda besi ditengah pancaran panas mata sang dewapun seolah membodohi emosi....
Aku kecewa hawa.. aku kecewa,,,,, aku takutt,, aku sangat takuttttt hati ini pergi...
Hawa..... andai kau merasakan semuanya, andai kau tau ketakutanku....dan andai kau tau keinginanku untuk cepat menculik dan membawamu kesebuah gubuk terindah di fana ini...
Tapi hawa... aku tak mau kembali ke gundukan kecil itu aku tak mau dia tau ada apa dengan insan ini, aku tak mau dia tau tentang cerita sang hawa yang mempermainkan hati insan yag telah kehilangan “gundukan kecil” untuk sebuah pengorbanan,
Hawa.. insan tak mau pengorbanan untuk sebuah janji keabadian itu musnah, .....
Hawa ... tolong beri aku kekuatan, kenapa harus malam ini insan diberikan lagi sebuah kisah ketakutan yang belum beberapa jam sudah hawa lakukan....
Hawa..... andai aku boleh meminta, Tolong beri aku kekuatan......JANGAN HADIAHKAN AIR MATA DEMI....................... hawa yang mengetahui segala rahasia