14 jam sebelumnya tangis harapan sirna tersayat harapan
palsu...
Harapan palsu yang mengenyampingkan semua kepercayaan...
Harapan yang selalu dimimpikan semua kaum berpasaangan...
Harapan yang yang selalu tergantung tinggi untuk dicapai....
...........................
Bertekuk disebuah tanah kuning, yang semalam berkata tentang
sebuah keinginan abadi, berkata dengan senyuman tapi berurai air mata.....
“dia memang begitu, jangan bertengkar lagi”......
Hanya beberapa doa sebisa yang teriring,......... hanya
itu...
Terik pancaran mata dewa zeus membuat sebaris janji takkan
pernah ada kata tak layak lagi dari lisan dilidah, karna sebuah pengorbanan
tulus dilakukan demi sebuah keabadian.....
Yahhhh,,,,, itulah keinginanku.......”
Bahagia mendatangi seseorang yang diharapkan menjadi abadi di
bawah purnama membuat dan memaksakan insan ini lupa atas segala kekalutan hati,
berharap kedatangan akan membuat mimpi akan segera terbeli.
Purnama indah menjadi saksi betapa kecantikan balutan hawa
yang terpandang jelas dibawah nyanyian dewi malam, ..
Cantik insan ini dengan balutan baju kembang, dengan sedikit
berbunga diantara pundaknya demi tuhan, demi purnama, aku merasa bisikan bodoh
itu selalu ak tepiskan, ingin sebenarnya memelukmu bersama purnama malam, tapi
insan ini harus tetap menjaga etika.......
Sebelum dua kelopak mata pemberian ilahi terpejam, sempat
diketikkan sebuah cerita2 kebahagian hingga cerita ketakutan kepada hawa meski
bisikan terus membaur diantara ketidak niscayaan...
Hawa........
Andai kau tau yang aku rasa, 8 tahun tangispun akan percuma
ketika kepercayaan terus dikandaskan,,,,,
8 tahun tangispun akan sia-sia ketika belum beberapa massa
semunya benar-benar terulang.
Insan ini menggila, kecepatan kuda besi ditengah pancaran
panas mata sang dewapun seolah membodohi emosi....
Aku kecewa hawa.. aku kecewa,,,,, aku takutt,, aku sangat
takuttttt hati ini pergi...
Hawa..... andai kau merasakan semuanya, andai kau tau
ketakutanku....dan andai kau tau keinginanku untuk cepat menculik dan membawamu
kesebuah gubuk terindah di fana ini...
Tapi hawa... aku tak mau kembali ke gundukan kecil itu aku
tak mau dia tau ada apa dengan insan ini, aku tak mau dia tau tentang cerita
sang hawa yang mempermainkan hati insan yag telah kehilangan “gundukan kecil”
untuk sebuah pengorbanan,
Hawa.. insan tak mau pengorbanan untuk sebuah janji
keabadian itu musnah, .....
Hawa ... tolong beri aku kekuatan, kenapa harus malam ini
insan diberikan lagi sebuah kisah ketakutan yang belum beberapa jam sudah hawa
lakukan....
Hawa..... andai aku boleh meminta, Tolong beri aku kekuatan......JANGAN
HADIAHKAN AIR MATA DEMI....................... hawa yang mengetahui segala
rahasia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar