Minggu, 12 Agustus 2012
Hanya kisah lama
Sore ini mata dewa zeus sudah lelah, dan perlahan merepak keufuk peraduan,...
Lelahnya menyinari insan insan yang kecewa karena hujan tak kunjung tiba,hujan sebelumnya dijanjikan melului sebaris bibir indah sang malaikat penghuni syurga, hujan yang diharapkan jiwa setelah hati umat ini kerontang diterpa badai nirwana.....
Akh,... Malaikat katrox, malaikat itu hanya mengikuti perintah sang khalik sehingga dia tak bisa mendengar doa ummatnya.
Aku mau marah sejadi jadinya, aku mu mengumpat tapi pada siapa? Pada matahari? Atau pada bulan yang akan muncul malam ini!!,
Terlalu...!!! memang sejak kehadirannya aku selalu terkurung dalam keanehan jiwa apalagi mimpi mimpi itu terus hampiri, mimpi yang takkan mungkin aku lupakan hingga waktu yang tak bisa aku tentukan..
Bayang bayang itu masih ada ketika kita sisiri sungai itu hingga sore sepertinya menjelma, dan disitu kau berat lepaskan aku, tapi aku harus pergi....
Ada selalu dalam benakku terdalam yang kini menjadi luka, luka yang kutoreh sendiri atas sebuah janji.
Janji akan cita-citaku dan cita citamu, tapi mungkin tuhan berkehendak lain...
Biarlah "mulya" itu menjadi prasasti sejarah buat aku yang rapuh, biarlah
Rumpun bambu tempat kita mengembara air terjun itu menjadi saksi luka,...
Dan satu yang aku pinta jangan datang lagi apalagi hanya melalui angin, apalagi hanya melalui tegur sapa tanpa bayang...
Jangan hadir lagi dalam belaian disaat aku tertidur karena kau pernah lakukan itu, dan itu dulu,,........
@prasasti.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar