Sabtu, 11 Agustus 2012
SECARIK MEMORY MAHA DEWI
Seperti ratu agung yang menyeruap menjelma sebagai dewa dan mengatur
isi fana, aku tertegun dan selalu tertegun melihat cercah cercah
langkah ku,aku seperti terseret dalam mahligai mimpi dan fatamorgana
semata....
kehadiranmu seperti selalu membawa cerita hati, cerita tentang putri
gading cempaka dengan segala kegalauan yang ada.
Aku tau kau tau apa yang sedang berperang didalam hati ku, dan aku tau
apa yang pernah kau katakan padaku, tapi kawan, itu tidak benar dan
telah buat aku menyesal tapi tidak kesal.
Kemampuan mu seperti maharaja sakti dan membimbingku masuk kedalam
dunia mimpi dengan janji dan mengingatkanku pada sebuah keinginan,
keinginan yang tak mungkin lagi aku lakukan.....
Kau salah kawan,
Apa yang dia katakan itu bohong, apa yang dia katakan itu munafik,
tapi aku menghargaimu kawan, dan andingnya aku bisa menyelamatkan dia
dari sebuah bahaya kecil yang dapat menghancurkan ia, aku, mereka,
dia, dan kamu,.....
Apakah cukup kawan?
Apakah cukup yang sudah aku buat,apakah dengan begitu aku harus pergi
menyusulmu,?....
Kawan, pagi ini hanya ada segelas the manis dan sebatang rokok yang
harganya sudah jauh berbeda dari saat kau masih disini,....
Tapi maaf kawan, aku tetap menghisapnya justru dengan dosis yang sangat tinggi.
Kalau kau disini kawan, kau pasti marah, kau pernah mematahkan rokok
itu didepanku dan kau lumat didalam mulutmu, kau sengaja lakukan itu
agar aku tak lagi mengulanginya, tapi aku tak bisa.
Dahulu tempat itu hanya kafe biasa, dan kita pernah kesana, tapi kawan
tempat itu sudah jadi tempat karaoke.
Dahulu tempat itu hanya tempat pemancingan biasa dibibir sungai, dan
sekarang sudah menjadi tempat peraduan sejumlah insan dan tempat
peristirahatan.
Dahulu digubuk itu kita juga pernah beradu dalam sebuah janji hitam,
dan sekarang sudah menjadi sebuah tempat peraduan ratusan manusia.
Aku dulu tidak seperti ini kawan, aku dulu seperti dulu, tapi sekarang
ialah aku sekarang, aku sekarang jadi orang jauh dari yang kau
harapkan.
@wali
Di dirimu aku menemukan
Yang mencintaiku
Yang menyayangiku
Di dirimu aku ketakutan
Kau biarkanku
Kau tinggalkanku
@peterpan
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini
Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi
Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
@ fatamorgana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar